Kabarminang – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan GOR Haji Agus Salim, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, menyusul dimulainya proyek revitalisasi kompleks olahraga tersebut sejak Rabu (17/6/2026).
Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur, mengatakan imbauan itu disampaikan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi yang saat ini tengah berjalan, terutama pada tahap awal berupa site clearance atau pembersihan dan penataan area kerja.
Ia menegaskan bahwa kawasan GOR Haji Agus Salim bukan bagian dari jalur resmi Car Free Day (CFD). Aktivitas CFD di Kota Padang tetap berlangsung seperti biasa, namun berada di koridor Jalan Rasuna Said hingga Jalan Sudirman.
“Ini demi menjaga keselamatan bersama dan memastikan pekerjaan konstruksi tidak terganggu,” ujar Mahdianur, Sabtu (20/6/2026).
Ia kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pada hari pelaksanaan CFD, agar tidak lagi menggunakan area GOR untuk berolahraga, berjualan, maupun aktivitas lainnya selama proses revitalisasi berlangsung.
“GOR bukan kawasan CFD,” tegasnya.
Selama ini, kawasan dalam GOR Haji Agus Salim menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat setiap akhir pekan, mulai dari olahraga hingga kegiatan kuliner. Namun, seluruh aktivitas tersebut dihentikan sementara seiring dimulainya proyek revitalisasi.
Menurut Mahdianur, penutupan total kawasan merupakan prosedur keselamatan kerja agar tidak membahayakan masyarakat maupun mengganggu pekerjaan konstruksi.
Penutupan ini juga berdampak pada pedagang yang biasa berjualan di area tersebut. Berdasarkan pendataan Dispora Sumbar, terdapat 48 pedagang yang terdampak langsung dan telah direlokasi ke lapangan panjat tebing di depan Kolam Renang Teratai, masing-masing dengan fasilitas lapak berukuran 3 x 3 meter.
Sejumlah pedagang lainnya yang tidak masuk pendataan karena tidak berjualan tetap juga telah memindahkan lapak secara mandiri ke lokasi sekitar Kolam Teratai. Pemerintah provinsi turut menyiapkan dukungan fasilitas dasar, termasuk koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk penyediaan jaringan listrik di lokasi relokasi.
Dispora Sumbar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan tokoh masyarakat juga tengah merumuskan solusi lanjutan bagi pedagang terdampak agar tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi selama masa revitalisasi.
“Bagaimanapun mereka adalah masyarakat kita. Keberadaan mereka untuk mencari nafkah, sehingga tetap menjadi perhatian kami,” kata Mahdianur.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mencari lokasi alternatif lain untuk berolahraga hingga proses revitalisasi GOR Haji Agus Salim selesai dilakukan.
















