Kabarminang – Seorang perempuan lanjut usia di Pasaman hilang satu malam. Ia ditemukan dalam keadaan lemas di ladang warga keesokan harinya.
Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan bahwa perempuan itu bernama Izwiana (82 tahun), warga Nagari Simpang Utara, Kecamatan Simpang Alahan Mati.
Perihal hilangnya perempuan lansia itu, Mardianto menceritakan bahwa pada Jumat (8/5/2026) pukul 11.00 WIB Izwiana pergi dari rumah ke sungai ke arah Batang Paku di nagari tersebut. Namun, hingga malam hari korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Malam itu juga, kata Mardianto, keluarga korban dan warga setempat membentuk beberapa kelompok dan berpencar untuk mencari korban ke ladang di sekitar nagari tersebut. Namun, pencarian itu tidak membuahkan hasil.
“Kami baru mendapatkan laporan kehilangan itu pukul 22.00 WIB. Saya meneruskan informasi tersebut ke Unit Basarnas Pasaman pada Sabtu pagi,” ujar Mardianto pada Minggu (10/5/2026).
Pada Sabtu (9/5/2026) pukul 9.20 WIB, kata Mardianto, pihaknya bersama tim gabungan berpencar untuk mencari korban di ladang-ladang warga di Nagari Simpang Utara.
“Seorang peladang yang mengenali nenek tersebut melihat korban di ladang warga. Namun, dia tidak tahu bahwa perempuan itu merupakan orang hilang yang sedang dicari. Berdasarkan informasi itu, tim gabungan mencari korban, tetapi tidak menemukannya,” tutur Mardianto.
Dalam pencarian itu, kata Mardianto, seorang pemuda bernama Niko, yang hendak memanen nilam di ladangnya, melihat korban di sebuah ladang warga. Ia menyebut bahwa Niko tahu perempuan lansia itu sedang dicari orang. Karena itu, katanya, si pemuda memberitahukan tim pencari.
“Berdasarkan informasi itu, tim pencari menjemput nenek tersebut di ladang yang dimaksud oleh Niko. Sekitar pukul 15.50 WIB tim menemukan nenek tersebut di sebuah ladang dalam keadaan lemas. Dia sedang memegang kayu bakar yang sudah dikumpulkannya,” tutur Mardianto.
Setelah menemukan korban, kata Mardianto, tim mengantarkan korban ke rumah keluarganya dan tiba di sana pukul 16.25 WIB. Ia mengatakan bahwa dari keluarganya diketahui bahwa korban mengalami pikun.
“Menurut keterangan keluarganya, korban pernah hilang. Karena itu, saya memarahi keluarganya karena tidak mengawasi orang tua dengan baik. Saya meminta keluarganya untuk menjaga orang tua yang sudah pikun itu agar tidak hilang lagi,” tutur Mardianto.
Mardianto menambahkan bahwa tim gabungan pencari korban terdiri atas 10 personel BPBD Pasaman, 5 personel Unit Basarnas Pasaman, 3 anggota Polsek Bonjol, dan 50 warga.
















