Guna mengantisipasi dampak fatal bagi atlet, pengarah dan panitia terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar serta pemerintah kabupaten dan kota setempat.
Septri menyampaikan bahwa peluang untuk membuka kembali sistem pendaftaran di Sirimau masih sangat terbuka tergantung pada hasil negosiasi dan kebutuhan bersama di lapangan.
”Masalah membuka dan menutup sistem itu tergantung kebutuhan. Selagi sistem dibuat manusia, tentu bisa dibuka kembali demi menyelamatkan nasib keikutsertaan atlet,” tuturnya.
Selain itu, kata Septri, pilihan pergeseran jadwal pembukaan Porprov XVI yang semula direncanakan pada tanggal 2 Oktober 2026 juga tengah menjadi bahan pertimbangan serius bersama Pemprov Sumbar.
”Kami bekerja berdasarkan instruksi Gubernur, dan jika dinamika anggaran daerah mendesak, tentu ada evaluasi atau rapat koordinasi ulang antarkepala daerah,” ujar Septri.
Septri menyampaikan bahwa tidak ada satu pun dari sepuluh daerah yang menyatakan menolak pelaksanaan Porprov. Ia menyebut bahwa daerah-daerah itu hanya terkendala proses pencairan dana yang diperkirakan baru rampung awal bulan.
Berdasarkan data Sirimau, total atlet yang telah terdaftar dari sembilan kontingen mencapai 4.097 orang dengan 840 ofisial, mencakup 10.554 pendaftaran nomor pada 3.775 nomor pertandingan dari 53 cabang olahraga induk.
Padang mencatatkan partisipasi terbesar dengan mengutus 1.061 atlet dan 222 ofisial untuk mengikuti 892 nomor pertandingan, disusul Kota Solok dengan 539 atlet serta Bukittinggi dengan 536 atlet.





















