Saat diinterogasi oleh warga, kata Budi, AG dan MF menceritakan masalah mereka. MF mengakui bahwa ia memesan AG lewat MiChat. Begitu juga sebaliknya.
Setelah itu, kata Budi, warga mengusir AG dari kontrakan itu karena sudah kali membuat keributan di kontrakan tersebut dengan kejadian kali itu. Awalnya AG menolak dengan alasan tidak membuat masalah di sana, tetapi MF yang membuat keributan di sana. Namun, karena terus didesak warga untuk pindah, AG pergi dari kontrakan itu dijemput oleh temannya dengan sepeda motor sekitar pukul 23.30 WIB.
“Tadi malam barang-barangnya belum diangkut semua. Hari ini dia akan mengangkut semua barangnya,” tutur Budi.
Sementara itu, Wakil Ketua Pemuda Kayu Kalek dan Sekitarnya, Anto Zalde, menyampaikan cerita versi MF. MF mengaku tertipu oleh AG karena ia memesan perempuan di MiChat, bukan waria.
“Menurut cerita MF, AG meminta uang Rp2,5 juta kepada MF karena dia dipesan seharian oleh MF. MF percaya bahwa AG perempuan karena di fotonya ia benar-benar terlihat seperti perempuan: punya payu dara, berambut panjang, dan berkulit putih mulus. Saya pun tidak menyangka ia laki-laki kalau tak mendegar suaranya,” tuturnya.
Ketika tiba di kontrakan AG, kata Anto, MF kecewa dan merasa tertipu setelah mengetahui bahwa AG merupakan waria. Setelah itu, MF menyatakan bahwa ia membatalkan pesanannya. Namun, AG tidak mau, lalu meminta uang Rp200 ribu kepada MF.
“Setelah itu, MF membawa temannya ke kontrakan AG untuk meminta uangnya. AG lalu mengembalikan uang tersebut kepada MF. Setelah itu, mereka ribut, lalu datanglah warga,” ujarnya.
View this post on Instagram
















