Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh meraih Bhumandala Rajata pada Bhumandala Award 2025 berkat inovasi Sistem Informasi Tirta Sago (SiTisa), yang dinilai mampu meningkatkan layanan publik, khususnya dalam pengelolaan air bersih.
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG), Belinda Arunarwati Margono, kepada Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Selasa (18/11/2025).
Inovasi SiTisa adalah sistem geospasial terintegrasi yang dikembangkan Bappeda Payakumbuh bersama Perumda Tirta Sago. Inovasi ini memuat digitalisasi data pelanggan, pencatatan meter air otomatis, pemetaan jaringan pipa berbasis presisi geospasial, pemantauan real-time berbasis IoT, layanan pengaduan digital, serta integrasi data lintas unit kerja.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan inovasi tidak hanya lahir dari kota metropolitan.
“Masuk dalam 15 inovasi terbaik nasional menunjukkan bahwa kota kecil juga bisa menjadi pelopor. Payakumbuh menghadirkan terobosan yang berdampak nyata dan diakui secara nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan informasi geospasial memiliki peran penting dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Dengan data spasial, pemerintah bisa membaca persoalan kota dengan lebih presisi. Infrastruktur, pelayanan publik, hingga potensi risiko dapat dipetakan secara akurat. Ini membuat kebijakan lebih terukur dan tepat sasaran,” kata Zulmaeta.
Ia berharap capaian ini dapat memacu seluruh OPD untuk lebih memanfaatkan informasi geospasial dalam setiap perencanaan.
Penyelenggaraan Bhumandala Award bertujuan mendorong pemanfaatan informasi geospasial dalam pembangunan daerah. Keberhasilan Payakumbuh menembus 15 inovasi terbaik dari 132 peserta nasional menjadi bukti komitmen daerah terhadap transformasi digital berbasis spasial.
















