Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar sosialisasi pembentukan bank sampah yang diikuti 130 peserta dari 10 desa dan kelurahan percontohan di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman, Kamis (16/4/2026).
Peserta kegiatan tersebut terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, lurah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga penggerak PKK dan dasawisma.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Kota Pariaman sebagai Blue Green City.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan respons atas tantangan pengelolaan sampah, termasuk penutupan sistem pembuangan terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya. Pengelolaan yang buruk akan merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Elfis menyebut bahwa Kota Pariaman saat ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama dengan adanya sanksi administratif terkait penutupan sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan.
Ia menjelaskan bahwa langkah pembentukan bank sampah didasarkan pada landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga program unggulan Wali Kota Pariaman periode 2025–2030 yang berfokus pada pembangunan berbasis lingkungan.
“Semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah di tingkat sumber, mengubah paradigma masyarakat agar melihat sampah sebagai sumber daya ekonomi yang dapat menambah pendapatan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah, mengumpulkan, dan menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah,” ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran narasumber ahli, Syaprudin Islami, yang merupakan Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Sumatera Barat sekaligus dosen Universitas Tamansiswa Padang, diharapkan dapat mendorong terbentuknya unit-unit bank sampah baru di setiap desa dan kelurahan.















