Kabarminang – Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Pariaman dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pariaman dalam memperkuat pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kemenag Kota Pariaman sekaligus kegiatan pemotongan hewan kurban di Kantor Kemenag Kota Pariaman, Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Mulyadi, sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenag menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Kota Pariaman yang lebih baik. Ia menilai kegiatan silaturahmi dan kurban seperti ini perlu terus dijaga sebagai bentuk penguatan hubungan antarlembaga.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kemenag menjadi sebuah kekuatan untuk bagaimana Kota Pariaman lebih baik. Kegiatan seperti ini harus terus kita jaga karena penting untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman periode 2017–2022 Muhammad Rum, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Edy Oktafiandi beserta jajaran, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Pariaman Syaiful Azmi, serta sejumlah kepala sekolah di bawah naungan Kemenag Kota Pariaman.
Mulyadi mengatakan, hubungan baik antara Pemko Pariaman dan Kemenag merupakan bagian dari upaya memperkuat ukhuwah serta mendukung berbagai program keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan keagamaan yang selama ini telah dijalankan Kemenag Kota Pariaman. Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pariaman RISALAH yang mencakup program Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, dan Pesantren ASN.
Selain itu, Mulyadi menyoroti maraknya kenakalan remaja yang terjadi saat ini. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan keagamaan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah dampak negatif terhadap generasi muda.
“Pemerintah harus hadir dalam kegiatan keagamaan dan ikut melakukan introspeksi. Kami memiliki kewajiban bersama-sama menjaga syiar agama agar generasi mendatang memiliki fondasi moral yang kuat,” katanya.
Sebagai bentuk konkret kolaborasi antara Pemko Pariaman dan Kemenag, Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman berencana kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota pada tahun 2026.
Kegiatan tersebut, kata dia, telah lama tidak dilaksanakan sejak terakhir digelar pada 2018. Dengan kembali dilaksanakannya MTQ, diharapkan syiar Islam semakin berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kami berharap dukungan dari Kemenag dan seluruh pihak agar program-program pemerintah dapat berjalan maksimal. Sebagus apa pun program yang dibuat tidak akan berhasil tanpa dukungan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Edy Oktafiandi mengungkapkan bahwa pada Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026, ASN di lingkungan Kemenag Kota Pariaman berkurban sebanyak 10 ekor sapi dan satu ekor kambing.
Sebanyak enam ekor sapi disembelih di Kantor Kemenag Kota Pariaman dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat Desa Air Santok dan sekitarnya. Sementara empat ekor sapi dan satu ekor kambing lainnya disalurkan ke sekolah-sekolah di bawah kewenangan Kemenag Kota Pariaman.
Edy juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemko Pariaman dan Kemenag dalam mendukung berbagai program keagamaan.
“Apalagi di bawah kepemimpinan Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, syiar keagamaan menjadi program unggulan. Kami mengapresiasi dan siap mendukung penuh berbagai program serta kegiatan keagamaan yang dijalankan pemerintah,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama menggunakan olahan daging kurban yang dimasak oleh ASN Kemenag Kota Pariaman, dilanjutkan dengan penyerahan daging kurban secara simbolis kepada masyarakat.














