Kabarminang – Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, secara resmi membuka kegiatan penerapan Teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) pada budidaya padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah. Kegiatan ini merupakan kerja sama Universitas Andalas (Unand) dengan Archeda Co. Jepang, yang digelar di halaman Kantor Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui penerapan teknologi AWD dalam sistem budidaya padi. Metode ini merupakan pendekatan pengelolaan air yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari lahan persawahan.
Dalam sambutannya, Mulyadi menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani dalam mengelola air. Menurutnya, selama ini masih banyak yang beranggapan bahwa tanaman padi harus selalu tergenang air.
“Air memang menjadi kebutuhan utama bagi tanaman padi. Namun, penggenangan terus-menerus justru membuat akar sulit bernapas dan menyebabkan pemborosan air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, metode AWD mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas. Melalui sistem ini, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meski dalam kondisi keterbatasan air.
Mulyadi juga menyambut baik kehadiran delegasi Archeda Co. Jepang yang dipimpin Takayuki Ota bersama civitas akademika Unand. Ia berharap para petani dapat menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya secara luas.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, khususnya Poktan Santok Indah. Manfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari teknologi AWD agar ke depan dapat diterapkan di kelompok tani lainnya di Kota Pariaman,” katanya.
Di akhir sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Archeda dan Unand atas dukungan dalam penerapan teknologi tersebut. Ia berharap penelitian yang dilakukan dapat mengkaji aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi secara komprehensif, serta menentukan lokasi ideal penerapan AWD.
“Saya berharap hasil pertanian di Desa Air Santok semakin meningkat dan produktivitas padi petani terus bertambah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Air Santok, Edison, mengatakan bahwa Kelompok Tani Santok Indah kerap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Hal ini menjadi salah satu alasan dipilihnya kelompok tani tersebut sebagai lokasi penelitian.
“Kami berharap kegiatan ini terus mendapat pendampingan dari Unand sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Air Santok,” tutup Edison.
















