Kabarminang — Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk periode Februari dan Maret 2026 kepada 9.951 kepala keluarga (KK). Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Kantor Camat ABTB, Kamis (16/4/2026).
Ribuan penerima manfaat itu tersebar di tiga kecamatan, yakni 1.769 KK di Kecamatan ABTB, 3.621 KK di Kecamatan Guguak Panjang, dan 4.561 KK di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).
Setiap keluarga menerima bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, untuk periode dua bulan ini masing-masing penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Ramlan menyebut pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi karena menjadi sumber energi untuk mempertahankan kehidupan. Ia menjelaskan, penyaluran CPP bertujuan untuk mengantisipasi dan menanggulangi kekurangan pangan, mengendalikan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional serta Bulog sebagai penyedia beras dan minyak goreng untuk Kota Bukittinggi, apalagi jumlah penerimanya bertambah pada tahun ini,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ia meminta camat dan lurah memastikan penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, dan aman.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, mengatakan total penerima bantuan cadangan pangan pemerintah di Bukittinggi periode ini mencapai 9.951 KK.
“Secara nasional tahun 2025 lalu penerima bantuan CPP sebanyak 18 juta dan Alhamdulillah tahun 2026 ini penerima bantuan bertambah menjadi 33 juta penerima bantuan, dan untuk Bukittinggi berjumlah 9.951 KK,” ungkapnya.
















