Menurutnya, pemerintah daerah tetap melakukan komunikasi dengan Pertamina terkait berbagai perkembangan di masyarakat, termasuk dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun keputusan mengenai harga tetap berada di tangan perusahaan.
“Tetap kita ada upaya komunikasi dengan Pertamina. Tapi itu kan murni dari sisi niaganya Pertamina,” katanya.
Di tengah kenaikan harga Pertamax, Helmi meminta masyarakat tidak panik maupun khawatir terhadap ketersediaan BBM. Ia memastikan stok BBM di Sumbar dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Yang pertama tentu tidak usah panik. Masyarakat tidak usah resah, karena ketersediaan BBM ini dijamin oleh pemerintah,” tuturnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara nasional. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Adapun harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak mengalami perubahan.
















