“Negara harus melengkapi itu, karena tidak bisa diurai kalau kedatangan masyarakat terus meningkat, sementara investasi infrastrukturnya tidak ada,” tegasnya.
Maneger menambahkan, saat ini sedang diupayakan penyediaan lahan melalui hibah dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendukung pembangunan infrastruktur rumah sakit. Di sisi lain, RSUP M. Djamil Padang juga telah menyiapkan rencana induk (master plan) pengembangan fasilitas.
“Dalam rencana tersebut, dua gedung baru ditargetkan mulai dibangun pada 2027. Jika terealisasi, kapasitas tempat tidur RSUP M. Djamil Padang akan bertambah dari sekitar 800 unit menjadi 1.300 unit,” tuturnya.
Ia berharap penambahan kapasitas tersebut dapat mengatasi sejumlah keluhan masyarakat, terutama terkait lamanya proses pemindahan pasien dari IGD ke ruang rawat inap.
















