Sebaliknya, Subsektor Hortikultura (NTPH) menjadi penekan utama NTP Sumbar setelah turun tajam 8,99 persen dari 157,25 menjadi 143,11 pada Juli 2026.
Penurunan tersebut dipengaruhi anjloknya harga kelompok sayur-sayuran sebesar 9,81 persen serta tanaman obat yang turun 1,61 persen.
“Penurunan paling dalam terjadi pada subsektor hortikultura akibat jatuhnya harga jual sayur-sayuran di tingkat petani, meski harga buah-buahan masih naik tipis 0,17 persen,” tutur Hasanudin.
Selain hortikultura, Subsektor Peternakan (NTPT) juga mengalami penurunan sebesar 1,22 persen menjadi 101,39. Kondisi itu terjadi akibat turunnya harga hasil ternak sebesar 3,66 persen, meskipun harga unggas naik 4,23 persen dan ternak besar meningkat 0,72 persen.
Subsektor Perikanan (NTNP) turut terkoreksi sebesar 1,17 persen menjadi 102,20. Penurunan dipicu oleh melemahnya harga perikanan tangkap perairan umum sebesar 6,40 persen dan perikanan budidaya air tawar sebesar 0,82 persen.
Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di perdesaan turun 0,70 persen menjadi 131,09. Penurunan tersebut terutama didorong oleh berkurangnya pengeluaran pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,34 persen.
“Penurunan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, khususnya pada kelompok bahan makanan, turut meringankan beban pengeluaran hidup keluarga petani pada bulan Juli ini,” kata Hasanudin.
















