Kabarminang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya para pemudik, agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama perjalanan darat, laut, dan udara pada 16 hingga 19 Maret 2026.
BMKG memprakirakan hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat, disertai kilat dan angin kencang, akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini dapat memicu gangguan kelancaran perjalanan hingga bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyarankan warga untuk rutin memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara terbaru untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik,” ujarnya dalam siaran pers BMKG, dikutip Minggu (15/3).
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera pada 14–17 Maret 2026. Selain itu, masyarakat pesisir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan beberapa wilayah lain di pulau ini diimbau mewaspadai banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian hingga 19 Maret 2026.
Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Status Waspada (Hujan Sedang hingga Lebat):
-Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung
-Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
-Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan
-Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara
-Maluku Utara, Maluku
-Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan
BMKG menyarankan masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini guna meminimalkan risiko selama periode mudik, ibadah, dan wisata.
Peningkatan curah hujan pada periode ini dipicu oleh dinamika atmosfer skala global, regional, maupun lokal, termasuk pergerakan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) ke arah timur yang memusatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
“Pastikan perlengkapan darurat siap, tingkatkan kewaspadaan saat berkendara di hujan, dan pastikan rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan. Hanya percayai informasi cuaca dari kanal resmi BMKG,” ujarnya.
















