Api juga sempat merembet ke bagian rumah yang menyatu dengan minimarket. Petugas kemudian berupaya memutus penjalaran api agar tidak meluas dan menyebabkan kerusakan lebih parah.
“Sesampainya di lokasi, petugas di lapangan berupaya keras memutus penjalaran api agar tidak merobohkan seluruh struktur bangunan rumah yang bertaut dengan minimarket,” jelas Syukur.
Upaya tersebut berhasil. Bangunan utama rumah tidak sampai roboh dan masih dapat digunakan kembali setelah dilakukan penanganan dan pembersihan akibat kebakaran.
Syukur menyebut pemilik bangunan diketahui bernama Reno Setiawan (46). Saat kebakaran terjadi, Reno sedang berada di luar kota.
“Saat insiden terjadi, rumah dan minimarket tersebut hanya ditunggui oleh pihak keluarga atau saudara pemilik usaha,” jelasnya.
Untuk menangani kebakaran, sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dan 50 personel gabungan dikerahkan ke lokasi.
Empat armada berasal dari Damkar Kota Solok. Sementara dua armada lainnya merupakan bantuan dari personel Damkar Padang Panjang dan Payakumbuh yang tengah membantu proses pembersihan material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok.
Syukur memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian materiel akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan total kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta,” pungkas Syukur.





















