Dalam kesempatan yang sama, Purbaya sempat menyoroti pelemahan rupiah di tengah derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia.
“Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh. Karena saya enggak bisa intervensi untuk menjelaskan. Itu kan otoritas bank sentral,” ujarnya.
Rupiah Menguat Tipis
Memasuki perdagangan pekan terakhir Juni, rupiah mulai menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Pada perdagangan Senin (29/6/2026), rupiah dibuka menguat sekitar 0,30 persen ke level Rp17.868 per dolar AS, setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di kisaran Rp17.970 per dolar AS.
Sementara itu, data kurs e-Rate Bank Central Asia (BCA) pada Selasa pagi mencatat kurs beli dolar AS berada di level Rp17.830, sedangkan kurs jual mencapai Rp17.930.
Meski demikian, posisi rupiah masih bertahan di kisaran Rp17.800 per dolar AS sehingga tekanan terhadap mata uang domestik belum sepenuhnya mereda.















