“Lokasi baru yang aman sudah disiapkan Pemprov Sumbar. Selama proses transisi, aparatur sipil negara diperkenankan berbagi gedung operasional yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, bekas gedung kantor Dinas PUPR dan DPMN yang telah dikosongkan akan dikaji untuk kemungkinan dialihfungsikan menjadi museum edukasi bencana.
“Bangunan lama yang dikosongkan bakal difungsikan sebagai museum edukasi bencana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis-jenis serta sejarah bencana di wilayah ini,” katanya.
Boy juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama menjelang puncak curah hujan yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada November.
Diketahui, banjir bandang menerjang kawasan itu pada Senin (21/10/2026) malam. Kejadian tersebut menyebabkan gedung pemerintahan, beberapa rumah terdampak dan dua orang meninggal dunia.





















