Kabarminang — Objek wisata Air Terjun Puncak Robo di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Lima Puluh Kota, ditutup sementara oleh pemerintah setempat. Penutupan itu dilakukan setelah wisatawan asal Padang Pariaman, Windy Rahma Putri (25 tahun), terjatuh dari atas air terjun itu pada Kamis (15/10/2026) dan ditemukan tewas pada Jumat (16/10/2026).
Kepala Polsek Harau, AKP Yusmedi, menjelaskan bahwa penutupan akses lokasi wisata tersebut merupakan keputusan bersama semua pihak berwenang di tingkat kecamatan dan kabupaten. Ia menerangkan bahwa penutupan itu dilakukan setelah melalui evaluasi langsung dan koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
”Penutupan akses lokasi Air Terjun Puncak Robo merupakan hasil koordinasi bersama Pak Camat, dinas pariwisata, jajaran kepolisian, Babinsa, dan BPBD yang langsung turun ke lapangan,” kata Yusmedi kepada Sumbarkita pada Minggu (18/10/2026).
Yusmedi menyampaikan bahwa kondisi medan menuju lokasi objek wisata tersebut dinilai sangat berisiko dan berbahaya bagi keselamatan pengunjung umum. Pihaknya menemukan sejumlah kelemahan utama pada aspek standar keselamatan yang belum terpenuhi di kawasan tersebut.
”Berdasarkan pengecekan di lapangan, kondisi jalur menuju lokasi dinilai cukup mengkhawatirkan dan belum memenuhi standar keamanan pengunjung,” ucap Yusmedi.
Ia mengutarakan bahwa kondisi fisik jalur penelusuran menuju air terjun memiliki tingkat kesulitan geografis yang tergolong cukup ekstrem dan berisiko tinggi. Ia menyebut bahwa area perlintasan didominasi oleh batuan terjal serta permukaan tanah licin yang membahayakan setiap wisatawan.
”Jalur tersebut memiliki medan yang licin, terjal, dan minim pendampingan atau fasilitas pemandu wisata yang berpengalaman,” tutur Yusmedi.
Bahkan, kata Yusmedi, personel dan pengelola aktivitas ruang terbuka ekstrem pun harus ekstra waspada saat melintasi rute tersebut. Pihaknya juga menemukan fakta bahwa keselamatan anak-anak dan pengunjung biasa sangat rentan terancam di titik-titik rawan.





















