”Pengunjung yang terbiasa melakukan aktivitas ekstrem atau rafting saja merasa kesulitan dan harus berhati-hati saat melewati jalur tersebut,” ujar Yusmedi.
Yusmedi mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama kepolisian sepakat menghentikan semua kegiatan operasional tempat wisata hingga semua aspek pengamanan dan regulasi siap. Ia menyampaikan bahwa objek wisata itu hanya akan dibuka kembali jika pengelolaannya sudah memenuhi kaidah keselamatan yang sah.
”Akses air terjun sementara ditutup dan akan dikaji ulang terkait kelayakan perangkat keamanan, prosedur operasional standar keselamatan, serta kejelasan dasar hukum pengelolaan wisata sebelum nantinya dibuka secara permanen bagi pengunjung,” ucap Yusmedi.
Yusmedi menyebut bahwa objek wisata alam itu memerlukan usaha ekstra untuk dicapai oleh para pengunjung dari pemukiman warga terdekat. Ia mengatakan bahwa akses transportasi menuju lokasi terbagi menjadi jalur darat berkendara dan jalur penelusuran berjalan kaki.
”Jarak tempuh dari pemukiman warga menuju lokasi parkir air terjun memakan waktu sekitar lima menit jika menggunakan kendaraan roda dua. Sementara itu, waktu yang ditempuh dari lokasi parkir kendaraan menuju air terjun bagi pengunjung yang berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan,” tutur Yusmedi.
Sebelumnya, seorang wisatawan asal Padang Pariaman, Windy Rahma Putri, terjatuh di Air Terjun Puncak Robo pada Kamis (15/10/2026). Ia berkunjung bersama lima orang rekannya ke air terjun itu. Sebelum insiden terjadi, korban dan rekan-rekannya sedang duduk beristirahat di area aliran air yang dangkal dan landai.
Sekitar pukul 15.41 WIB, arus air terjun mendadak membesar dan deras secara tiba-tiba dan langsung menyeret tubuh korban hingga terjatuh ke dasar air terjun. Melihat kejadian tersebut, lima rekan korban langsung berlari mencari bantuan kepada masyarakat setempat untuk melakukan pertolongan.
Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran hingga malam hari. Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 21.30 WIB akibat medan terjal, batuan licin, serta minimnya penerangan di lokasi.



















