Kabarminang – Di tengah kebiasaan masyarakat mengakses berita melalui telepon seluler, Zulkifli (64) masih bertahan menjual koran cetak di Jalan Sisingamangaraja IV Nomor 43, dekat gedung PT PLN (Persero) GIS Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.
Pria yang akrab disapa Pak Zul itu menjalankan usaha tersebut bersama istrinya, Zulaida (60), yang biasa dipanggil Buk Ida. Meski jumlah pembeli koran terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir, pasangan suami istri itu tetap membuka lapak sederhana mereka setiap hari.
Berdasarkan pantauan Sumbarkita pada Kamis (15/10/2026), Pak Zul dan Buk Ida duduk di lapak berbahan kayu dan papan. Sejumlah koran tersusun di atas lapak, sedangkan koran dan majalah lainnya digantungkan pada payung yang digunakan sebagai pelindung dari panas dan hujan. Siang itu, lapak mereka terlihat sepi pembeli.
Pak Zul mengatakan, setiap hari ia membawa sekitar 100 eksemplar koran untuk memenuhi pesanan pelanggan sekaligus dijual secara eceran. Namun, koran yang terjual langsung dari lapaknya kini paling banyak sekitar 25 eksemplar sehari.
“Penjualan koran dalam beberapa tahun terakhir jauh lebih sepi dibandingkan masa sebelumnya. Pembelinya kini lebih banyak berasal dari pelanggan lama dan orang-orang yang masih terbiasa membaca koran cetak,” tuturnya saat ditemui.
Menurut Pak Zul, pembeli yang datang ke lapaknya rata-rata berusia 30 tahun ke atas. Mereka masih memilih membaca berita melalui koran fisik, meskipun informasi kini semakin mudah diperoleh melalui media digital.
Sebagian koran yang dibawanya setiap hari telah dipesan pelanggan berlangganan di sejumlah instansi. Di antaranya Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Padang (UNP), Bank Nagari, dan sejumlah kantor dinas. Koran yang tersisa setelah pesanan diantarkan kemudian dijual secara eceran di lapaknya.
Rutinitas itu dimulai sekitar pukul 04.30 WIB. Pak Zul berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor untuk mengambil koran dari kantor penerbit. Koran yang dijualnya antara lain Haluan, Singgalang, Padang Ekspres, Pos Metro, Jawa Pos, dan Kompas.




















