Kabarminang — Jalfi (21 tahun), warga Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah keluarganya di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, pada Rabu (14/10/2026). Sebelum tak bisa dihubungi, pemuda yang diketahui depresi itu menumpang mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) dan mobil Mitsubishi L300.
Abang dari Jalfi, Rifi (28 tahun), warga Jorong Ulu Sungai Indarung, Nagari Surian, mengatakan bahwa adiknya kabur dari rumah orang tuanya dalam keadaan sedang depresi.
“Dia selalu berbicara sendiri, sering ngelantur dan nggak nyambung. Kata-katanya yang keluar selalu ‘pergi ke Jakarta’,” ujar Rifi kepada Kabarminang.com pada Jumat (16/10/2026).
Rifi menerangkan bahwa Jalfi mengalami depresi karena ada masalah keluarga dan ekonomi sejak September 2026. Kondisinya kemudian sempat membaik pada awal Oktober hingga Jalfi bisa kembali bekerja seperti biasa. Namun, Jalfi kembali depresi sejak 12 Oktober 2026.
“Jalfi sudah menikah dan memiliki seorang anak berusia 8 bulan. Dia tinggal di rumah orang tua istrinya. Dia depresi karena diduga sering ditekan oleh mertua dan saudara laki-laki istrinya,” ucap Rifi.
Karena itu, kata Rifi, orang tuanya menjemput Jalfi dan membawanya ke rumahnya di Jorong Ulu Sungai Indarung pada Rabu (14/10/2026) untuk diobati dengan pengobatan tradisional. Namun, keesokan harinya, sebelum berangkat berobat, Jalfi tiba-tiba kabur dari rumah. Rifi mengatakan bahwa ibunya berusaha menahannya, tetapi tidak berhasil karena Jalfi memiliki tenaga yang lebih kuat, sementara ibunya sudah lanjut usia.
Berdasarkan keterangan yang didapat Rifi dari warga sekitar, Jalfi menyusuri sungai hingga mencapai tepi jalan raya lintas Padang–Solok Selatan, tepatnya di kawasan Sungai Indarung.
“Di lokasi tersebut, ia menumpang mobil tangki BBM,” ucap Rifi.



















