Kabarminang — Majlis Ulama Nagari (MUNA) Situjuah Batua menegaskan air yang keluar dari fenomena sinkhole atau tanah amblas di Jorong Tepi, Kenagarian Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, tidak memiliki khasiat dan tidak dapat menyembuhkan penyakit.
Pengurus MUNA Situjuah Batua, Ferdiwinaldo, mengatakan anggapan bahwa air sinkhole berkhasiat berawal dari munculnya keyakinan yang berkembang di kalangan pengunjung atau beberapa oknum saja, bukan berdasarkan fakta atau kajian ilmiah.
“Sejak awal kemunculan fenomena sinkhole, banyak masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah berdatangan ke lokasi. Beberapa mulai mengambil air yang keluar dari lubang sinkhole dan meminumnya. Awalnya hal itu tidak bermasalah bagi kami,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, karena kondisi di sekitar area sinkhole terdapat banyak retakan, warga setempat kemudian menyediakan peralon untuk mengalirkan air agar pengunjung tidak langsung mengambil air dari lubang sinkhole. Namun, penggunaan peralon tersebut justru disalahgunakan. Pengunjung mulai memberikan sumbangan, menampung air dengan plastik, hingga muncul keyakinan bahwa air tersebut memiliki khasiat.
“Lama-kelamaan muncul anggapan bahwa air itu berkhasiat, dapat menyembuhkan penyakit dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kemurnian tauhid dan tidak meyakini adanya kekuatan selain Allah. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi fenomena alam tersebut.
Selain itu, Ferdiwinaldo mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks atau tafsir mistis, memperbanyak doa, istighfar, dan muhasabah, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan dari Badan Geologi Bandung yang datang langsung ke lokasi Jumat (9/1) pagi, air yang keluar dari fenomena sinkhole tidak mengandung zat apa pun yang berkaitan dengan kesehatan.
















