Sementara itu, warga Nagari Alahan Nan Tigo mengaku khawatir atas dugaan pencemaran Sungai Batang Suir. Yunus (37), salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi air sungai dalam beberapa waktu terakhir mengalami perubahan.
“Kami melihat air sungai berubah warna dan berbau. Sungai ini biasa kami manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, jadi tentu kami khawatir kalau benar tercemar limbah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius serta memastikan tidak ada lagi limbah yang dibuang ke sungai.
“Kami minta ada pengawasan rutin dari DLH Provinsi Sumatera Barat dan tindakan tegas jika hasil pemeriksaan terbukti di atas baku mutu, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, supaya sungai kembali bersih dan aman untuk masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen PT TKA menyatakan perusahaan menjalankan seluruh kegiatan operasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Pejabat manajemen PT TKA, Syaiful R., dalam keterangan tertulis yang diterima Sumbarkita pada Jumat (19/12/2025), menyebutkan bahwa perusahaan memiliki dan mengoperasikan kolam IPAL sesuai standar teknis yang ditetapkan.
“PT TKA memiliki izin pembuangan dan pemanfaatan air limbah. Perusahaan secara rutin melakukan pemantauan kualitas air limbah di titik inlet dan outlet IPAL setiap bulan sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan internal perusahaan pada periode Juni hingga Oktober 2025 menunjukkan seluruh parameter kualitas air limbah masih berada dalam ambang batas yang dipersyaratkan.
Syaiful menegaskan tidak terdapat kolam IPAL di PT TKA yang mengalami kebocoran atau jebol sebagaimana yang diduga dalam sejumlah pemberitaan.
“Perubahan visual pada badan air sungai tersebut diduga karena limpasan alami dari daerah sekitar aliran sungai akibat curah hujan tinggi pada awal Desember 2025, yang tercatat mencapai 292 milimeter,” katanya.
















