Kabarminang – Pemerintah pusat menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp204 miliar untuk pengembangan dan perbaikan lima Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Padang Pariaman. Program ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kerusakan pipa utama dan intake Perumda Air Minum Tirta Anai yang selama ini mengganggu layanan air bersih masyarakat.
Keseriusan pemerintah pusat ditunjukkan melalui peninjauan langsung Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, ke lokasi pipa utama dan intake Tirta Anai di Asam Pulau. Peninjauan dilakukan bersama Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Oscar RH Siagian serta Kepala Balai BPBPK Maria Doeni Isa.
Kunjungan tersebut menjadi tahapan awal dalam penentuan langkah teknis perbaikan dan pengembangan SPAM di Padang Pariaman agar intervensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Anai, Aznil Mardin, mengatakan peninjauan langsung sangat penting sebelum pelaksanaan program dilakukan.
“Beberapa titik memang sudah tidak bisa ditangani dengan perbaikan ringan. Dibutuhkan penanganan menyeluruh agar gangguan layanan tidak terus berulang,” kata Aznil, Senin (19/1).
Verifikasi lapangan juga dilanjutkan pada Minggu (18/1/2026) di Lubuk Longsong, Batang Anai. Di lokasi tersebut, tim Kementerian PUPR kembali melakukan pengecekan teknis terhadap jaringan air minum yang selama ini menjadi titik rawan gangguan distribusi.
Menurut Aznil, rangkaian kunjungan ini bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian penting dari proses perencanaan program yang akan direalisasikan.
“Ini tahap memastikan apa yang harus dibangun, diperbaiki, dan dikembangkan. Setelah itu baru masuk ke pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, alokasi dana Rp204 miliar untuk lima SPAM merupakan tahap awal dari rencana pembangunan dan pengembangan 12 SPAM di Padang Pariaman dengan total nilai investasi sekitar Rp500 miliar.
















