“Selain itu, kami juga masih melakukan pengecekan untuk memastikan ada atau tidaknya barang serupa yang disimpan di rumah siswa tersebut,” kata Apri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mempelajari cara merakit bom melalui internet. Keterangan itu masih didalami penyidik untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bom rakitan tersebut, termasuk sumber bahan yang digunakan.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, siswa tersebut mengaku mempelajari cara merakit bom melalui internet,” ujarnya.
Polisi juga masih mendalami dugaan sasaran peledakan. Berdasarkan penyelidikan awal, bom tersebut diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai teman pelaku.
“Iya, jadi sengaja diledakkan di dalam ransel untuk mencelakai temannya,” kata Apri.
Menurut Apri, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku merupakan siswa kelas XII berinisial R. Aksi tersebut diduga dipicu rasa tertekan akibat sering menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku merupakan seorang siswa kelas XII berinisial R yang diduga nekat melakukan aksinya karena merasa tertekan akibat sering menjadi korban perundungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ledakan terjadi di bagian luar kelas dan di dalam laci meja. Berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi itu diduga dipicu rasa dendam dan tekanan psikologis yang dialami pelaku.
“Ledakan eksplosif di depan kelas XII, di bagian luar dan di dalam laci meja. Setelah dicek dan diselidiki, karena rasa dendam, rasa tertekan, karena sering dibully oleh temannya, sehingga yang bersangkutan ingin mengeluarkan emosinya dengan melakukan hal tersebut,” katanya.
Meski demikian, kepolisian menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Selain mengungkap asal-usul bahan peledak, penyidik juga akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan tidak ada barang berbahaya lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Dalam penanganan perkara ini, polisi menyatakan tetap mengedepankan pendekatan perlindungan anak karena pelaku masih berstatus pelajar.
“Nanti kita lihat. Yang jelas dia masih korban yang harus kita perhatikan masa depannya,” kata Apri.
















