Kabarminang – Kawasan hutan dan lahan di belakang Pesantren ICBS di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), terbakar pada Sabtu (6/6/2026).
Wali Nagari Sarilamak, Olly Wijaya, mengatakan bahwa area yang terbakar merupakan bagian tebing perbukitan yang berada di belakang pagar kompleks pesantren. Ia menyebut bahwa peristiwa itu diketahui sekitar pukul 11.00 WIB.
Olly menerima informasi kebakaran itu dari warga melalui sambungan telepon. Setelah menerima laporan tersebut, ia meneruskannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lima Puluh Kota dan meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api.
Perihal kebakaran itu, Olly menjelaskan bahwa kejadian itu bermula ketika petugas kebersihan di lingkungan ICBS membersihkan sampah di kawasan belakang pesantren. Ia menyebut bahwa petugas membakar sampah yang telah dikumpulkan di area tebing perbukitan.
“Setelah sampah terbakar, kondisi cuaca yang panas dan kering menyebabkan api mudah membesar. Kobaran api kemudian menjalar dan membakar dedaunan serta kayu-kayu kering yang berada di kawasan tebing bukit tersebut,” tuturnya kepada Sumbarkita.
Selain menimbulkan kebakaran, peristiwa itu juga menyebabkan asap membubung tinggi dari lokasi kejadian. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian para santri yang berada di lingkungan Pondok Pesantren ICBS.
Olly mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang tengah berlangsung. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak meninggalkan api unggun maupun pembakaran sampah tanpa pengawasan. Ia mengatakan bahwa warga perlu menaati imbauan itu agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, dan kerugian yang dirasakan lainnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak terkait apabila melihat adanya titik api maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dalam video yang diterima Sumbarkita, api yang membakar tebing bukit itu nyaris mendekati bangunan pesantren.
















