Pasca-perawatan tersebut, kondisi Alceo disebut menurun drastis pada Rabu (1/4/2026). Keluarga melihat tanda-tanda infeksi, seperti cairan pada luka dan perubahan warna pada tangan.
Namun, ia menilai laporan tersebut tidak langsung ditindaklanjuti secara maksimal oleh tenaga medis.
Kondisi Kritis hingga Meninggal Dunia
Puncak kondisi kritis terjadi pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Nuri menyebut anaknya mengalami muntah, sesak napas, hingga kejang.
Ia mengaku telah berulang kali meminta pertolongan, namun merasa respons yang diterima tidak sesuai dengan kondisi darurat yang dialami anaknya.
Alceo akhirnya dipindahkan ke ruang PICU pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, setelah pihak keluarga mendesak penanganan lebih lanjut.
Namun, kondisi tersebut tidak tertolong. Pada Jumat (3/4/2026), Alceo dinyatakan meninggal dunia.
Dalam mediasi yang dihadiri pihak manajemen rumah sakit, Nuri menyebut sejumlah petugas menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya tindakan yang tidak sesuai SOP. Pihak keluarga mengaku telah mendokumentasikan pernyataan tersebut.
RSUP M Djamil Lakukan Investigasi
Menanggapi kasus ini, manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang menyatakan tengah melakukan investigasi internal.
















