Anesfa mengatakan kondisi tersebut membuat perekonomian keluarga terganggu. Selama ini Nuardi menjadi tulang punggung keluarga melalui usaha bengkel las yang kini terpaksa tutup.
“Gara-gara bapak dirawat juga, jadinya toko tutup. Adik-adik tiga orang sekolah, sedangkan saya dan ibu jaga ayah di sini. Tidak ada pendapatan. Bertahan di sini cuma dibantu keluarga,” ujarnya saat itu.
Kronologi Kecelakaan
Hafizh menjelaskan kecelakaan terjadi ketika Nuardi baru pulang membeli kebutuhan untuk warung istrinya dengan membawa tiga karung beras menggunakan sepeda motor.
Saat berada di Jalan Jambak Jalur I Sariak, korban hendak memutar balik kendaraan. Ketika sudah berada di dekat garis marka, mobil Basarnas yang datang dari arah Sariak menabrak sepeda motor korban.
“Akibat kejadian itu korban terlempar beberapa meter hingga melewati pagar besi milik toko spring bed. Bagian pinggul korban menghantam pagar tersebut,” katanya.
Korban sempat dilarikan menggunakan mobil Basarnas ke RSUD Pasaman Barat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang dan akhirnya dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Menurut Hafizh, berdasarkan pengakuan pengemudi, mobil Basarnas saat itu mengangkut sejumlah personel yang hendak mengikuti latihan renang.
Basarnas: Tidak Akan Lepas Tangan
Menanggapi tuntutan keluarga, Kepala Seksi Operasi Basarnas Padang, Hendri, sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan tanggung jawab terhadap korban.
















