Kabarminang – Hampir satu bulan setelah kecelakaan yang melibatkan mobil Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kabupaten Pasaman Barat, keluarga korban, Nuardi Koto (54), mengaku masih menunggu kepastian mengenai bentuk pertanggungjawaban dari instansi tersebut. Di sisi lain, kondisi korban disebut belum stabil dan masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Anak korban, Anesfa (29), mengatakan ayahnya baru saja menjalani operasi ketiga dan masih membutuhkan tindakan medis lanjutan. Menurutnya, korban mengalami infeksi akibat patah tulang terbuka yang dideritanya saat kecelakaan.
“Kini kondisi ayah masih belum stabil. Baru siap operasi ke-3. Akan ada operasi lanjutan. Sekarang di tubuhnya ada infeksi. Sebab patah tulangnya itu terbuka keluar kulit. Patah di tujuh titik bagian. Sudah dipasang pen di tempat yang patah itu,” kata Anesfa kepada Sumbarkita di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Selasa (7/7/2026).
Pada hari yang sama, perwakilan Basarnas Padang kembali menemui keluarga korban di rumah sakit. Namun, menurut Anesfa, pertemuan tersebut belum menghasilkan kepastian terkait tuntutan yang telah disampaikan keluarga sejak awal.
“Tidak ada hasil. Mereka cuma bilang akan lapor atasan. Sudah sejak kejadian itu saja jawabannya. Buang-buang energi saja ngomong sama pihak mereka,” ujarnya.
Anesfa mengatakan, keluarga hanya mengajukan satu permintaan kepada Basarnas, yakni bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan materi korban hingga pulih sepenuhnya.
“Padahal permintaan kami cuma satu. Tanggung jawab penuh untuk memenuhi kebutuhan materi sampai sembuh total. Itu bahkan sudah kami sampaikan di awal, beberapa hari pasca kecelakaan dari pertemuan antara keluarga dengan pihak Basarnas Padang di Pasaman Barat,” katanya.
Hingga kini, lanjut Anesfa, keluarga belum memperoleh penjelasan yang pasti mengenai tindak lanjut permintaan tersebut.
“Tidak ada keterangan yang jelas kepada kami. Kejadian 9 Juni 2026, sudah hampir mau satu bulan sekarang,” ucapnya.















