Kabarminang — Seekor sapi berbobot 1,27 ton asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi ini disembelih di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kota Padang, pada Rabu (27/5/2026).
Sapi itu berwarna hitam pekat dan diberi nama “Bruno”. Sapi tersebut merupakan milik peternak lokal, Arif Mukhlas Alya (37), warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua. Bruno merupakan sapi jenis Brangus.
Arif mengatakan, Bruno telah dipeliharanya selama sekitar satu tahun di peternakan miliknya, Kampung Simental Farm. Ia membeli sapi itu dari peternakan di Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, saat bobotnya masih sekitar 700 kilogram.
“Waktu itu saya beli dengan harga Rp38 juta. Setelah dirawat, bobotnya naik signifikan hingga akhirnya dibeli untuk kurban bantuan Presiden dengan harga Rp95 juta,” katanya kepada Sumbarkita.
Ia menyebut, sapi jenis Brangus dikenal memiliki tubuh yang relatif pendek, namun berisi dan padat. Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan yang membuatnya cocok sebagai hewan kurban dengan bobot besar.
Dalam perawatan sehari-hari, Arif mengandalkan pakan alami seperti rumput, ampas tahu, serta tambahan konsentrat untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan sapi. Ia juga memperhatikan kebersihan kandang dan kondisi fisik ternak secara rutin.
Terpilihnya Bruno sebagai hewan kurban Presiden menjadi pengalaman pertama bagi Arif. Ia mengaku bangga sekaligus terharu karena sapi yang dirawatnya dengan penuh perhatian akhirnya dipercaya untuk momen keagamaan tingkat nasional.
“Ini tentu jadi kebanggaan bagi kami. Sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas peternakan ke depan,” ujarnya.















