Kabarminang — Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan 15 dari 19 kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, longsor, hingga banjir bandang. Hingga Jumat (28/11/2025) pagi, data dari BPBD Sumbar menyebut 21 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, dengan ribuan jiwa terdampak.
Adapun daerah yang terdampak adalah Padang Pariaman, Padang, Agam, Kota Solok, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, Limapuluh Kota, Padang Panjang, Payakumbuh, Kepulauan Mentawai, dan Tanah Datar.
“Korban meninggal dunia mencapai 21 orang. Rinciannya, 9 orang di Kabupaten Agam, 6 orang di Padang Panjang, 1 orang di Pasaman Barat, dan 5 di Kota Padang,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, Jumat (28/11/2025) pagi.
Ia mengatakan, kerugian sementara akibat bencana ini diperkirakan lebih dari Rp9 miliar, dan data tersebut kemungkinan akan terus bertambah seiring selesainya pendataan di lapangan.
“Data ini dinamis dan sifatnya sementara. Kemungkinan bisa bertambah, walaupun kita sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi,” ujarnya.
Ribuan Jiwa Terdampak
Dari 15 kabupaten dan kota terdampak, sejumlah daerah mengalami dampak signifikan, baik dalam bentuk pengungsian maupun jumlah warga terdampak. Berikut rinciannya:
Padang Pariaman: 3.208 orang pengungsi, 10.437 terdampak, 3.503 rumah terendam
Pariaman: 675 orang mengungsi
Agam: 654 orang terdampak, 9 meninggal
Bukittinggi: 68 orang terancam
Pasaman Barat: 70 mengungsi, 1.248 terdampak, 1 meninggal
Padang: 18.208 mengungsi, 8.157 KK terdampak, 5 meninggal
Kepulauan Mentawai: 249 mengungsi
Pesisir Selatan: 9.431 KK terdampak
Kabupaten Solok: 14 orang mengungsi, 55 rumah terendam
Kota Solok: 3.362 orang terdampak
Tanah Datar: 56 orang terdampak
- Padang Panjang: 6 Orang meninggal
















