Berdasarkan keterangan siswa yang selamat, kata Rendi, para siswa meninggalkan sekolah sesuai dengan waktu pulang yang telah disampaikan. Saat hujan turun, mereka sempat tiba di kawasan SMP 4 Padang sebelum melanjutkan perjalanan hingga ke lokasi di Batang Arau. Di lokasi tersebut, mereka kemudian mandi.
“Pas hujan itu mereka baru sampai di SMP 4, kemudian melanjutkan perjalanan sampai di lokasi. Mereka langsung mandi,” ujar Rendi.
Josua kemudian dilaporkan hanyut sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, informasi mengenai adanya siswa yang hanyut baru diterima Rendi melalui telepon dari warga sekitar setelah pukul 17.00 WIB.
Setelah menerima informasi tersebut, kata Rendi, pihaknya terlebih dahulu berupaya memastikan identitas pelajar yang dilaporkan hanyut. Ia menghubungi satpam sekolah untuk memastikan keberadaan Josua dan mendapat informasi bahwa Josua sudah pulang dari sekolah.
Tidak lama kemudian seorang guru yang rumahnya berada dekat lokasi kejadian mengabarkan bahwa Josua, pelajar SMP Murni Padang, disebut hanyut di Batang Arau dan sedang dicari tim gabungan bersama kepolisian. Seorang guru lainnya kemudian menghubungi Rendi dan menyampaikan bahwa polisi meminta kontak orang tua Josua.
“Karena sudah informasi dari kepolisian, jadi langsung saja saya berikan kontaknya ke pihak kepolisian. Biarlah pihak kepolisian langsung yang memberikan, yang memberitahu orang tuanya karena tidak sanggup rasanya memberitahukan,” ucap Rendi.
Rendi kemudian menuju lokasi kejadian. Saat tiba, ia melihat orang tua Josua sudah berada di tepi pantai dalam kondisi histeris setelah mengetahui anaknya hanyut.
Rendi mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, orang tua Josua baru menghubungi pihak sekolah sekitar pukul 17.20 WIB.
















