“Selama bersekolah di sini, Josua tidak pernah memiliki masalah apa pun. Berkelahi dengan teman juga tidak ada. Atas adanya kejadian ini, pihak sekolah sangat prihatin,” ucap Rendi.
Dari sisi akademik, Rendi menyebut bahwa Josua selalu memenuhi standar pembelajaran. Ia mengatakan bahwa Josua bukan siswa yang malas, melainkan juga tidak terlalu menonjol dalam prestasi akademik.
Rendi menyampaikan bahwa pihaknya berduka atas meninggalnya Josua. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Ia menyebut bahwa beberapa guru sekolah sudah berada di rumah duka untuk melayat Josua.
Sebelumnya, Rendi mengungkap cerita sebelum Josua hanyut di Sungai Batang Arau, pada Jumat (14/8/2026). Josua ditemukan meninggal dunia sekitar 8,8 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian pada Minggu (16/8/2026) pagi.
Rendi mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV), Josua bersama teman-temannya meninggalkan lingkungan sekolah sekitar pukul 16.10 WIB. Pada hari tersebut waktu kepulangan siswa ditetapkan pukul 16.00 WIB karena adanya latihan basket sekaligus seleksi awal pembentukan tim basket.
Menurut Rendi, informasi mengenai kepulangan pukul 16.00 WIB disampaikan langsung kepada siswa, bukan melalui grup orang tua. Sementara itu, kegiatan ibadah Josua sampai pukul 12.30 WIB sebelumnya disampaikan melalui grup.
“Pada hari kejadian itu, Jumat (14/8/2026), siswa sudah diberitahukan bahwa ada latihan basket dan pulang pukul 16.00 WIB. Kami beri tahukan langsung kepada siswa karena baru akan melakukan seleksi pembentukan tim basket pada hari pertama itu. Jika siswa sudah terpilih, baru diberitahukan di grup,” kata Rendi di RSUP M. Djamil Padang pada Minggu (16/8/2026).
















