Ia menyayangkan filosofi alam takambang jadi guru di Sumbar belum benar-benar diterapkan oleh para pemangku kebijakan dalam menyikapi ancaman ekologis. Menurutnya, filosofi tersebut belum diterapkan secara nyata untuk mencegah berulangnya bencana karhutla tahunan.
Isril mendesak jajaran dinas terkait, polisi kehutanan, hingga wali nagari untuk lebih aktif menjaga kawasan dari ancaman kebakaran. Ia meminta pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah teknis tidak hanya fokus mengejar pendapatan asli daerah atau retribusi semata.
”Keselamatan lingkungan dan pencegahan bencana harus menjadi prioritas utama melebihi target pendapatan daerah,” kata Isril.
Ia mengimbau semua elemen perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat agar dampak kabut asap tidak memperburuk kesehatan masyarakat.















