Ia menambahkan bahwa polisi belum memasukkan pelaku ke dalam daftar pencarian orang meski pelaku sudah sebulan lebih tidak ditemukan. Ia menjelaskan bahwa ada tahapan yang harus dilalui sebelum memasukkan seseorang ke dalam daftar pencarian orang, seperti melayangkan panggilan dua kali kepada pelaku dan memeriksa sejumlah saksi.
Sebelumnya, Yamil Fauzi Nasution (25 tahun), anak korban sekaligus anak pelaku, mengatakan bahwa pelaku bernama Adri Surianto (48 tahun), pedagang sate yang sehari-hari berjualan di depan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina di Simpang Empat. Sementara itu, katanya, korban bernama Erlina (43 tahun), juga pedagang sate.
Perihal pembacokan tersebut, Yamil menceritakan bahwa pada pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB pelaku tiba di rumah korban kontrakan bersama anak perempuan kelas 3 SMA, adik Yamil, dengan sepeda motor. Saat itu pelaku membawa sebilah parang, yang diletakkan di dalam motor.
Ketiba pelaku tiba di rumah korban, korban tidak berada di rumah. Sementara itu, di dalam rumah, pelaku mengambil dandang, tetapi dilarang oleh Yamil karena barang tersebut pembelian ibunya. Pelaku lalu meletakkan kembali dandang tersebut. Setelah itu, pelaku mengambil alat untuk mengecas aki. Yamil membiarkan pelaku mengambil benda itu.
Saat pelaku keluar dari rumah, kata Yamil, datang korban. Korban lalu masuk ke dalam rumah, kemudian diikuti oleh pelaku. Pelaku lalu kembali keluar rumah, lantas dikejar oleh pelaku. Setibanya di teras rumah, korban dibacok oleh pelaku dengan parang tanpa didahului cekcok di antara keduanya.
“Pelaku merencanakan aksinya karena dia membawa parang,” ujar Yamil.
Saat pembacokan terjadi, Yamil berada di dalam rumah. Karena mendengar suara ribut-ribut di luar rumah, ia keluar rumah dan melihat ibunya terkapar di teras dalam kondisi kepala mengeluarkan darah. Sementara itu, ia menghantam pelaku hingga tumbang dan parang yang dipegangnya terlepas dari tangan. Ia kemudian menindih dan memegang pelaku agar tidak kabur. Namun, pelaku berhasil melepaskan diri, lalu kabur dengan berlari dan meninggalkan sepeda motornya.
“Saya mengejar pelaku, sedangkan kedua adik saya membawa ibu ke RSI Ibnu Sina Yarsi di Simpang Empat dengan petugas klinik kesehatan menggunakan mobil klinik,” ucap Yamil.















