Ia mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lintasan aliran air agar tetap waspada. Pasalnya, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah tersebut.
Galodo yang menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka pada Senin malam menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas. Sedikitnya 12 kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dilaporkan terdampak terjangan air dan material batu.
Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjadi salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah. Material batu berukuran besar masuk ke dalam bangunan dan merusak sejumlah fasilitas.
Selain kompleks perkantoran pemerintah, Perumahan Nuansa Griya Arosuka juga menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah.
Dalam kejadian tersebut, dua warga dilaporkan terseret arus. Seorang korban berusia 21 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026), sedangkan Agusral yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun masih dalam pencarian.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok mencatat 411 warga terdampak galodo berdasarkan pendataan hingga Rabu (23/9/2026) malam.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Alber Fitri Eka Surya, mengatakan dari jumlah tersebut, 53 kepala keluarga atau 183 jiwa masih mengungsi di sejumlah lokasi, seperti posko, rumah keluarga, SMA 2 Sumbar, dan area parkir Aqua.
Sebanyak 23 warga juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, di antaranya sakit kepala, luka ringan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan nyeri otot. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.





















