Kabarminang – Jembatan penghubung antarnagari di Korong Maransi, Nagari Seulayat Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, putus pada Jumat malam (2/1/2026) setelah debit sungai meningkat akibat hujan deras.
Jembatan sepanjang sekitar 9 meter tersebut merupakan akses vital masyarakat karena menghubungkan Nagari Seulayat Ulakan dengan Nagari Sei Gimba Ulakan, serta jalan alternatif ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Akibat kejadian itu, warga setempat secara swadaya membangun jembatan darurat agar akses antarnagari tidak terputus total. Jembatan darurat tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, meski masih bersifat terbatas.
Sabtu malam (3/1/2026), Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis meninjau langsung lokasi jembatan putus. Dalam peninjauan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dan gotong royong masyarakat dalam membangun jembatan darurat.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kata dia, akan mengupayakan pembangunan jembatan permanen pada tahun 2026 agar akses masyarakat kembali normal dan aman.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan kajian teknis terhadap rencana pembangunan jembatan agar konstruksi yang dibangun ke depan lebih kuat dan mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Wali Nagari Seulayat Ulakan, M. Idris, menyebutkan bahwa kehadiran pemerintah daerah memberikan harapan bagi masyarakat agar jembatan permanen segera direalisasikan, mengingat peran strategis jembatan tersebut bagi kehidupan warga sehari-hari.
















