Kabarminang – Polemik seputar film “NIA” yang belakangan ramai dibicarakan publik mendapat tanggapan bijak dari pihak keluarga almarhumah Nia Kurnia Sari. Di tengah dinamika antara kuasa hukum pihak tertentu, rumah produksi, dan jaringan bioskop, keluarga memilih menempatkan fokus pada nilai kemanusiaan dan edukasi yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.
Gumaria Anita, tante dari almarhumah Nia, menegaskan bahwa keluarga tetap memandang film “NIA” sebagai karya yang memiliki pesan penting bagi masyarakat luas.
“Kami memahami bahwa banyak pihak tengah membahas film ini dari sudut pandang yang berbeda-beda. Namun dari sisi keluarga, kami melihat film ini dibuat dengan niat baik—untuk mengenang perjuangan Nia dan menjadi pelajaran bagi semua,” kata Anita ketika dihubungi Sumbarkita, Senin (17/11).
Ia mengakui bahwa keluarga sempat dilanda keraguan sebelum menyetujui produksi film tersebut.
“Kami sempat ragu, tentu saja. Ini adalah kisah yang sangat menyentuh hati kami. Namun setelah melihat kesungguhan tim produksi dan cara mereka menghormati cerita Nia, kami memberikan dukungan. Harapan kami sederhana, semoga film ini bisa membantu mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya.
Menurut Anita, keluarga tetap menghormati perbedaan pendapat maupun proses hukum yang berkembang.
“Apa pun dinamika yang terjadi di luar, kami memilih untuk tetap tenang. Kami percaya setiap pihak memiliki pertimbangan masing-masing. Bagi kami, yang terpenting adalah pesan kemanusiaan yang bisa dipetik dari kisah Nia—tentang keberanian, ketegaran, dan pentingnya perlindungan bagi anak-anak,” tambahnya.
Sejumlah warga Padang Pariaman juga menyampaikan dukungan moral kepada keluarga. Mereka menilai kisah yang diangkat dalam film tersebut dapat menumbuhkan empati dan memberi inspirasi bagi penonton, terutama generasi muda.
















