Pagar Jalur Rel Juga Dinilai Hambat Evakuasi
Persoalan akses evakuasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi jalan. Keberadaan pagar besi di sepanjang jalur rel kereta api yang berada di kawasan wisata pesisir Kota Pariaman juga pernah menjadi perhatian BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Radius Syahbandar, mengatakan posisi pagar tersebut berpotensi menghambat masyarakat ketika harus melakukan evakuasi tsunami.
Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi pembangunan High-Frequency (HF) Radar gelombang laut di Pantai Anas Malik, Rabu (16/72025).
Menurut Radius, pagar berada dekat kawasan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi persoalan apabila tsunami terjadi dan masyarakat harus segera meninggalkan kawasan pantai.
“Posisi pagar berada tepat di kawasan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Saat terjadi tsunami, masyarakat akan kesulitan lari karena terbatasnya celah untuk keluar dari area tersebut,” ujarnya.
Radius menilai penyempitan jalur dan minimnya akses darurat menunjukkan perlunya evaluasi terhadap infrastruktur yang berada di kawasan rawan bencana.
Ia menegaskan jalur evakuasi harus memungkinkan masyarakat bergerak cepat menuju lokasi aman, terutama setelah terjadi gempa kuat yang berpotensi disusul tsunami.
“Maka dari itu, Radius Syahbandar menegaskan perlunya evaluasi kembali pemasangan pagar besi agar tidak memblok jalur evakuasi. Infrastruktur di kawasan rawan bencana harus disesuaikan dengan prinsip safety-first.”
“Namun apalah daya pagar itu sudah tertanam sejak lama sekali,” tutupnya.
















