Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada jumlah pembeli. Konsumen yang datang ke pasar kini cenderung mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
“Pembeli menurun,” ujarnya.
Sementara itu, harga cabai keriting di Pasar Alahan Panjang berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Pemi (45), warga setempat, mengaku harus mengurangi pembelian karena kenaikan harga.
“Saya biasanya 2kg/Minggu tapi karena harga naik saya kepaksa beli 1kg” kata Pemi.
Ia mengatakan, pengurangan pembelian dilakukan agar kebutuhan rumah tangga lainnya tetap dapat terpenuhi.
“Yang penting cukup untuk kebutuhan di rumah, kalau dipaksakan nanti anak jajan sekolahnya pakai apa” ujarnya.
Pedagang Alahan Panjang, Zikri (39), membenarkan harga cabai keriting di pasar tersebut telah mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.
“Harga jual sekarang sekitar Rp100 ribu sekilo,” kata Zikri.
Menurut Zikri, pasokan cabai yang diperolehnya dari pemasok tidak sebanyak biasanya. Ia juga mengaku mengalami kendala produksi dari tanaman cabai yang ditanamnya sendiri.
“Barang yang didapat tidak sebanyak biasanya meskipun saya juga ada bertani cabe tapi gagal panen karena tamanan cabenya layu dan mati” ujarnya.





















