Kabarminang – Sejumlah gedung organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Solok di kawasan Arosuka akan dipindahkan karena berada di atas bekas alur sungai yang dinilai rawan diterjang galodo.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, mengatakan posisi sejumlah bangunan pemerintahan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah ketika galodo menerjang kawasan Arosuka pada 21 September lalu.
“Gedung PU, DPMN, dan beberapa instansi lainnya ternyata berdiri di atas bekas jalan sungai lama, sehingga saat galodo terjadi air kembali melewati jalur aslinya,” kata Boy kepada Sumbarkita, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Solok untuk tidak membangun kembali fasilitas publik yang rusak di lokasi semula.
“Kami tidak akan membangun kembali di titik yang sama, kantor beberapa OPD akan dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman di wilayah Arosuka,” ujarnya.
Boy mengatakan, relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana yang dapat kembali mengancam kawasan perkantoran pemerintah.
Sementara itu, gedung Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengalami kerusakan akibat diterjang material banjir bandang direncanakan tidak lagi difungsikan sebagai kantor.
“Gedung PU yang terdampak kami usulkan dijadikan museum atau monumen bencana sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” tutur Boy.


















