Kabarminang – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (2/10/2026) sore. Berdasarkan pantauan Google Finance, kurs USD/IDR berada di level Rp17.878,5013 per dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan rupiah menguat Rp74,1987 atau 0,41 persen dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp17.952,7000 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap posisi dolar AS yang masih berada di sekitar level Rp18.000. Sehari sebelumnya, rupiah berdasarkan data pasar yang dihimpun Investing.com ditutup di level Rp17.962,8 per dolar AS, setelah bergerak menguat dan melemah sepanjang perdagangan.
Dalam tangkapan Google Finance pada Jumat sore, pergerakan USD/IDR terlihat berada dalam tren menurun sejak perdagangan pagi. Kurs sempat bergerak di kisaran Rp17.900-an sebelum berada pada level Rp17.878,5013 pada sekitar pukul 15.24 WIB.
Posisi tersebut sekaligus membuat rupiah kembali bergerak menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, posisi rupiah memang masih berada tidak jauh dari level tersebut.
Meski demikian, angka kurs pasar tidak sama dengan kurs resmi Bank Indonesia. BI menggunakan JISDOR sebagai referensi harga spot USD/IDR berdasarkan transaksi antarbank, dengan data transaksi dikumpulkan pada pukul 09.00–15.00 WIB dan JISDOR dipublikasikan pada pukul 15.15 WIB.
Sementara itu, Kurs Transaksi BI pada 2 Oktober 2026 mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp18.026,69 dan kurs beli Rp17.847,31, dengan nilai tengah Rp17.937. Kurs Transaksi BI digunakan sebagai referensi transaksi Bank Indonesia dengan pihak ketiga, seperti pemerintah.
Dengan demikian, angka Rp17.878,5013 dalam pantauan Google Finance merupakan gambaran pergerakan kurs pasar USD/IDR pada waktu tangkapan layar, sedangkan angka BI memiliki fungsi dan metode penetapan yang berbeda.
Pergerakan rupiah pada Jumat sore menjadi perhatian karena sebelumnya mata uang nasional sempat bergerak dekat dengan level Rp18.000 per dolar AS. Data Google Finance menunjukkan penguatan rupiah pada sesi tersebut, sementara pasar tetap mencermati perkembangan nilai dolar AS dan dinamika pasar valuta asing.





















