Kabarminang — Dua warga Pasaman Barat yang hanyut akibat banjir di sungai di kawasan Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Pasaman, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan kedua korban bernama Dewi Hayati (50 tahun) dan Meji Ardi (37 tahun), warga Plasma 4 Blok G, Nagari Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat. Sebelumnya, keduanya dilaporkan hanyut terseret arus banjir pada Selasa (14/4/2026).
Randi menjelaskan bahwa informasi kejadian pertama kali diterima dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada Selasa (14/4/2026) pukul 19.03 WIB. Saat itu hujan yang turun dengan intensitas tinggi membuat air sungai meluap, yang menyebabkan mobil korban terjebak, kemudian korban membuka pintu mobil merencanakan untuk keluar dari mobil, tetapi terseret ke dalam sungai.
Randi mengatakan bahwa Meji Ardi ditemukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 20.40 WIB. Sementara itu, korban Dewi Hayati ditemukan pada Jumat (17/4/2026) pada pukul 09.00 WIB sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian.
“Jenazah korban ditemukan di daratan tepi Sungai Batang Masang, tepatnya di Kampung Talam, Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol. Sekitar pukul 11.20 WIB korban dievakuasi ke Puskesmas Simpati,” katanya.
Randi mengatakan bahwa operasi pencarian Dewi dilakukan mulai Jumat sejak pukul 07.30 WIB. Untuk mencari koriban, tim dibagi menjadi tiga gurp pencarian dan penyelamatan (SRU) dengan total area pencarian mencapai 9 kilometer.
“SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting sejauh 6,5 kilometer. Sementara itu, SRU 2 dan SRU 3 melakukan pencarian dengan metode scouting di sisi kiri dan kanan sungai masing-masing sejauh 2,5 kilometer,” tuturnya.
Randi menginformasikan bahwa operasi pencarian tersebut melibatkan berbagai unsur, yaitu Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman, TNI, Polres Pasaman, Brimob, Polsek Bonjol, BPBD Kabupaten Pasaman, BPBD Pasaman Barat, KSB Alahan Mati, serta warga.
















