Minggu, September 27, 2026
kabarminang.com
No Result
View All Result
kabarminang.com
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
Home Pendidikan

FGD Review Kurikulum: FUSA Benteng Turast dan Terapi Vuca

Redaksi
Jumat, 12 Juni 2026 | 10:08
in Pendidikan
Duski Samad.

Duski Samad.


Oleh: Duski Samad*

Tulisan ini disiapkan sebagai bentuk curhat akademik dan sekaligus media penyampai harapan agar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama-Agama (FUSA) terus kuat dan tangguh menjadi benteng turats, ilmu-ilmu dasar keislaman, dari serbuan pemikiran pragmatisme, sekularisme, dan pandangan yang cenderung menempatkan studi turats dan ilmu-ilmu keislaman sebatas casing, lemah substansi, serta tidak jarang ditemukan alumni mutakhir yang jauh dari orbit keushuluddinan.

Tulisan ini juga merupakan refleksi seorang alumni linear (BA/Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin tahun 1985, Drs./Sarjana Lengkap Jurusan Aqidah Filsafat tahun 1988, M.Ag. Pemikiran Islam tahun 1999, Doktor Kajian Islam peminatan Ilmu Tasawuf, dan Guru Besar dalam Ilmu Tasawuf), yang berharap ada keinginan kolektif dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan dosen untuk meneguhkan keilmuan keislaman, turats, dan tafaqquh fiddin di samping ilmu-ilmu lainnya.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, manusia modern justru mengalami kegelisahan yang semakin dalam. Teknologi berkembang luar biasa, tetapi krisis makna hidup juga meningkat tajam. Informasi melimpah, namun kebijaksanaan semakin langka. Media sosial membuka ruang komunikasi tanpa batas, tetapi sekaligus melahirkan fanatisme, kebencian, kegaduhan, bahkan kehilangan kewarasan sosial.

Dunia hari ini dikenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yaitu situasi yang penuh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan kekaburan nilai. Dalam kondisi seperti ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama-Agama (FUSA) tidak boleh dipahami sekadar sebagai fakultas teoretis yang mengajarkan ilmu-ilmu klasik tanpa relevansi sosial. Sebaliknya, FUSA harus tampil sebagai benteng terakhir penjaga ilmu, penjaga akhlak, penjaga nalar sehat, sekaligus terapi bagi krisis manusia modern.

Sejarah perguruan tinggi Islam di Indonesia sesungguhnya lahir dari kegelisahan peradaban. Dari surau, pesantren, dayah, dan madrasah lahirlah tradisi keilmuan Islam yang tidak hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Ketika Sekolah Tinggi Islam (STI) berdiri pada tahun 1945 yang kemudian berkembang menjadi Universitas Islam Indonesia (UII), lalu lahir PTAIN, IAIN, hingga UIN di berbagai daerah, orientasi dasarnya bukan semata mencetak tenaga kerja, melainkan membangun peradaban ilmu dan moral bangsa.

Karena itu, perguruan tinggi keagamaan Islam sesungguhnya memikul dua mandat besar sekaligus, yaitu mandat akademik dan mandat keislaman. Allah Swt. telah menegaskan dalam QS At-Taubah ayat 122 bahwa harus ada kelompok yang secara serius memperdalam agama agar mampu memberi pencerahan kepada masyarakat. Ayat ini menjadi dasar filosofis keberadaan FUSA sebagai pusat kaderisasi intelektual dan penjaga arah umat.

FUSA adalah benteng terakhir ilmu-ilmu turats. Di dalamnya hidup tradisi tafaqquh fiddin, sanad keilmuan, adab, etika, dan pembentukan karakter yang yakhsya Allah. Di tengah pragmatisme pendidikan modern yang sering hanya mengejar pasar kerja, FUSA menjaga ruh keilmuan Islam agar tidak tercerabut dari akar spiritual dan moralnya.

Lebih dari itu, FUSA juga menjadi penjamin kewarasan intelektual dan spiritual. Era algoritma digital telah melahirkan generasi yang cepat bereaksi tetapi lemah refleksi. Banyak orang mudah marah, mudah menghakimi, dan mudah terseret propaganda karena lemahnya tradisi berpikir logis, kritis, dan epistemologis. Karena itu, FUSA harus memperkuat logos, mantiq, metodologi ilmiah, dan budaya dialog agar lahir generasi yang cerdas sekaligus bijaksana.

Di sinilah pentingnya setiap program studi di lingkungan FUSA memiliki orientasi terapi sosial dan peradaban.

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir bukan hanya penjaga turats tafsir, tetapi harus mampu menjadi solusi atas kedangkalan dalam memahami agama, distorsi makna ayat, dan pertentangan antara wahyu dan rasionalitas. Dunia digital hari ini dipenuhi tafsir instan yang sering memotong ayat demi kepentingan politik, kebencian, dan fanatisme. Karena itu, program studi ini harus melahirkan mufasir yang kontekstual, mendalam, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Program Studi Ilmu Hadis juga sangat strategis sebagai pengawal orisinalitas agama. Di tengah munculnya gejala ingkar sunah, salah paham terhadap hadis, ghuluw dalam beragama, dan sikap meremehkan sunah, ilmu hadis menjadi benteng moderasi dan kehati-hatian ilmiah. Kritik sanad, kritik matan, dan pemahaman maqashid hadis harus diperkuat agar umat tidak mudah terseret ekstremisme tekstual.

Sementara itu, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam memiliki tugas besar membangun daya kritis abad ke-21. Dunia modern menghadapi ancaman agnostisisme, relativisme moral, logical fallacy, fanatisme politik, hingga liberalisme tanpa batas. Karena itu, program studi ini harus melahirkan generasi yang kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, tetapi tetap memiliki karakter dan pijakan nilai yang kokoh.

Program Studi Studi Agama-Agama juga semakin relevan di tengah masyarakat global dan multikultural. Konflik identitas dan intoleransi beragama menjadi ancaman serius bagi kehidupan bangsa. Dalam konteks ini, studi agama-agama bukan bertujuan mencairkan akidah, melainkan membangun kedewasaan dialog, memperkuat kerukunan, dan mencegah ghuluw dalam beragama. Moderasi beragama harus memiliki batas, prinsip, dan arah yang jelas agar tidak berubah menjadi relativisme nilai.

Begitu pula Program Studi Psikologi Islam dan Tasawuf serta Psikoterapi Islam memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjawab krisis manusia modern. Meningkatnya kecemasan, depresi, kesepian, penyalahgunaan narkoba, perilaku menyimpang, kecanduan digital, dan kekosongan spiritual menunjukkan bahwa manusia modern tidak cukup hanya diberi kemajuan teknologi, tetapi juga membutuhkan terapi ruhani.

Tasawuf di sini bukan pelarian dari realitas, melainkan terapi peradaban. Melalui tazkiyah al-nafs, zikir, muraqabah, riyadhah ruhaniyah, dan penguatan makna hidup, tasawuf menghadirkan jalan pemulihan bagi manusia yang kehilangan arah hidupnya. Karena itu, pendekatan rehabilitasi sosial berbasis spiritualitas Islam harus menjadi salah satu kekuatan utama FUSA pada masa depan.

FGD Review Kurikulum 2026 menjadi momentum penting untuk mengembalikan ruh keilmuan FUSA. Penguatan ilmu-ilmu dasar keushuluddinan harus menjadi prioritas utama pada seluruh program studi, mulai dari Al-Qur’an, tafsir, hadis, ilmu hadis, fikih, usul fikih, tauhid, ilmu kalam, akhlak, tasawuf, ilmu mantiq, hingga adab al-bahs wa al-munazharah. Tanpa fondasi epistemologi yang kuat, mahasiswa akan mudah kehilangan arah berpikir dan identitas keislaman.

Sistem ma’had juga perlu diperkuat. Mahasiswa tahun pertama wajib mengikuti ma’had muqim secara penuh dengan pembinaan halaqah, sorogan, tahsin Al-Qur’an, pembiasaan ibadah berjamaah, serta penguatan disiplin akademik dan ruhani. Kampus Islam tidak cukup hanya melahirkan sarjana yang pintar, tetapi juga harus melahirkan manusia beradab dan memiliki kekuatan moral.

Demikian pula tahsin Al-Qur’an dan penguasaan kitab turats harus menjadi syarat akademik yang serius. Ujian komprehensif berbasis pembacaan kitab standar sesuai program studi menjadi penting agar lulusan PTKI tetap memiliki hubungan intelektual dengan tradisi besar keilmuan Islam.

Akhirnya, FUSA tidak boleh kehilangan identitas sejarahnya. Jika perguruan tinggi Islam hanya mengejar kompetensi teknis dan pasar kerja semata, maka ruh keilmuan Islam perlahan akan hilang. Padahal, dunia modern justru sedang mengalami krisis makna, krisis moral, dan krisis spiritual yang sangat dalam.

Karena itu, FUSA harus tetap menjadi benteng terakhir penjaga ilmu, penjaga akhlak, penjaga kewarasan, dan penjaga masa depan peradaban Islam.

Di tengah dunia yang semakin bising, manusia sesungguhnya sedang mencari ketenangan. Dan ketenangan itu tidak lahir dari teknologi semata, melainkan dari ilmu yang melahirkan hikmah dan hati yang mengenal Tuhannya.

*Duski Samad, Dosen UIN Imam Bonjol


Tags: akhlak Islamdakwah akademikFakultas Ushuluddin dan Studi Agama-AgamaFGD Review Kurikulum 2026fikihFUSAgenerasi muda MuslimGuru Besar Ilmu TasawufIAINilmu Al-Qur'an dan tafsirilmu hadisilmu kalamilmu keislamanilmu tasawufilmu turatsintelektual Muslimkaderisasi ulamakajian IslamUIN Imam Bonjol Padang

Berita Terkait

Rektor UIN Imam Bonjol Padang Lantik 20 Pejabat Masa Jabatan 2025-2029, Tekankan Tanggung Jawab dan Profesionalisme

Rektor UIN Imam Bonjol Padang Lantik 20 Pejabat Masa Jabatan 2025-2029, Tekankan Tanggung Jawab dan Profesionalisme

26 September 2026
Persiapkan Mahasiswa Bersaing di Kancah Global, KATI UNAND Adakan IELTS Gratis

Persiapkan Mahasiswa Bersaing di Kancah Global, KATI UNAND Adakan IELTS Gratis

26 September 2026
Masta 2026 UM Sumatera Barat Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai Integritas hingga Kepedulian Sosial

Masta 2026 UM Sumatera Barat Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai Integritas hingga Kepedulian Sosial

24 September 2026
Jevon Alexander Darmawan, Siswa SMAN 10 Padang Raih Silver Award Korean Speech Contest 2026

Jevon Alexander Darmawan, Siswa SMAN 10 Padang Raih Silver Award Korean Speech Contest 2026

24 September 2026
SMAN 1 Sumbar Raih Emas dan Perunggu di OSN 2026, Dua Siswa Jadi Finalis

SMAN 1 Sumbar Raih Emas dan Perunggu di OSN 2026, Dua Siswa Jadi Finalis

21 September 2026
Kepala SDN 33 Rawang Bantah Ada Perundungan terhadap Siswi yang Meninggal di Padang

Kabut Asap Mereda, Siswa PAUD hingga SMP di Padang Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Senin

20 September 2026
Next Post
Tiga Orang Dikabarkan Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Padang, Dua Mobil Pribadi Hancur

Tiga Orang Dikabarkan Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Padang, Dua Mobil Pribadi Hancur

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Nenek Tidur, Siswi SMA di Tanah Datar Disetubuhi Pemuda di Rumahnya Jelang Tengah Malam

Nenek Tidur, Siswi SMA di Tanah Datar Disetubuhi Pemuda di Rumahnya Jelang Tengah Malam

24 September 2026

PTTUN Medan Kabulkan Banding PT HSH, Pembongkaran Bangunan di Lembah Anai Batal

Sengketa Bangunan di Lembah Anai, Pemprov Ajukan Kasasi, PT HSH Klaim Putusan PTTUN Sudah Inkrah

20 September 2026

Sepeda Motornya Tabrakan dengan Truk di Padang, Pengendara Tewas

Sepeda Motornya Tabrakan dengan Truk di Padang, Pengendara Tewas

20 September 2026

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat karena Sebulan Lebih Tak Masuk Dinas

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat karena Sebulan Lebih Tak Masuk Dinas

21 September 2026

RPSA Pariaman Akan Dampingi Siswi SMP Korban Persetubuhan yang Melahirkan

Seorang Siswi SMA di Solok Dicabuli Ayah Kandung sejak SD, Pelaku Ditangkap Polisi

17 September 2026

Berita Terkini

Balita di Padang Pariaman Temukan Ibunya Tewas Tergantung di Kamar

Balita di Padang Pariaman Temukan Ibunya Tewas Tergantung di Kamar

26 September 2026

Pendaftaran Porprov XVI Sumbar Ditutup: 9 Daerah Mendaftar, 10 Terancam Absen Akibat Anggaran

Pendaftaran Porprov XVI Sumbar Ditutup: 9 Daerah Mendaftar, 10 Terancam Absen Akibat Anggaran

26 September 2026

Pamit Buang Air Kecil, Penumpang Mobil Travel Meninggal di Toilet SPBU di Pesisir Selatan

Pamit Buang Air Kecil, Penumpang Mobil Travel Meninggal di Toilet SPBU di Pesisir Selatan

26 September 2026

Pohon Timpa Bangunan PAUD di Pesisir Selatan

Pohon Timpa Bangunan PAUD di Pesisir Selatan

26 September 2026

Setubuhi dan Perkosa Perempuan Muda, Dukun Cabul di Tanah Datar Diamuk Massa

Setubuhi dan Perkosa Perempuan Muda, Dukun Cabul di Tanah Datar Diamuk Massa

26 September 2026

Enam Pasangan Diduga Ilegal Terjaring di Penginapan Padang

Enam Pasangan Diduga Ilegal Terjaring di Penginapan Padang

26 September 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.