Kabarminang — Fenomena sinkhole atau tanah amblas tiba-tiba muncul di kawasan pertanian Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Minggu (4/1/2026). Lubang besar yang muncul di tengah sawah itu membuat banyak orang penasaran, hingga membuat lokasi tersebut ramai dikunjungi setiap harinya.
Hingga Rabu (7/1/2026), warga dari berbagai daerah datang silih berganti untuk melihat langsung fenomena alam yang langka ini. Berikut sederet fakta menarik terkait kemunculan sinkhole tersebut:
Lokasi di Tengah Sawah
Fenomena sinkhole muncul di area sawah warga yang beberapa hari sebelumnya telah panen. Di lokasi tersebut juga telah dipasang garis polisi untuk membatasi akses warga.
Dipicu Kondisi Geologi yang Didominasi Batuan Kapur
Ahli Geologi, Ade Edward, mengatakan peristiwa ini dipicu oleh kondisi geologi wilayah yang didominasi batuan kapur serta tingginya curah hujan. Ia menyebut wilayah Situjuah Batua memiliki batuan yang mudah larut oleh air, sehingga terbentuk rongga di bawah permukaan tanah yang berpotensi runtuh sewaktu-waktu.
Ramai Dikunjungi Warga
Fenomena ini menyedot perhatian masyarakat, tidak hanya dari sekitar nagari, tetapi juga dari luar daerah. Warga dari Padang Panjang, Kabupaten Agam, hingga Kota Padang tampak datang silih berganti ke kawasan persawahan tempat sinkhole terbentuk.
“Saya melihatnya di media sosial, makanya ingin melihat langsung. Ternyata lebih besar dari yang saya bayangkan,” kata Randi (27), pengunjung asal Padang Panjang, kepada Sumbarkita.
Keramaian pengunjung juga memunculkan aktivitas ekonomi dadakan. Sejumlah pedagang bermotor membuka lapak di sepanjang jalan nagari sekitar area persawahan, menjajakan minuman dingin, makanan ringan, dan jajanan cepat saji.
Lebar Lubang Capai 7 Meter
Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, menyebut lubang ambles lainnya memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman 5,7 meter. Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan lubang tersebut semakin dalam dan melebar.
Tidak Berpotensi Membentuk Telaga
Ahli Geologi, Ade Edward, menyebut fenomena ini tidak berpotensi membentuk telaga atau danau. Berdasarkan peta geologi, kawasan sinkhole memiliki topografi berupa lereng sehingga berfungsi sebagai jalur aliran air, bukan cekungan tertutup yang menampung air dalam jangka panjang.
“Kawasan ini merupakan dataran rendah yang dikelilingi perbukitan, sehingga secara alami menjadi lintasan aliran air dari daerah yang lebih tinggi. Air yang keluar dari sinkhole cenderung mengalir dan tidak menetap di satu titik,” tuturnya kepada Sumbarkita, Senin (5/1/2026) malam.
















