Kabarminang – Setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah menunjukkan perbaikan pada perdagangan Kamis (26/6/2026) siang. Dolar AS kembali turun ke kisaran Rp17.900-an sehingga memberi ruang bagi rupiah untuk menguat tipis.
Berdasarkan data Google Finance yang diakses Kamis pagi, kurs USD/IDR berada di level Rp17.938,00 per dolar AS. Angka tersebut turun 64 poin atau sekitar 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp18.002,00.
Pergerakan tersebut membuat dolar AS kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 yang sehari sebelumnya sempat ditembus pasar. Meski demikian, nilai tukar rupiah masih berada pada level yang relatif lemah dibandingkan beberapa bulan terakhir.
Grafik perdagangan intraday menunjukkan dolar AS sempat bergerak di atas Rp18.000 sebelum perlahan melemah hingga berada di kisaran Rp17.930–Rp17.940 per dolar AS.
Turunnya dolar AS memberikan sedikit ruang bagi rupiah setelah beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan. Namun, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam waktu dekat.
Fluktuasi nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya impor, harga bahan baku industri, hingga aktivitas masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan mata uang dolar AS.
Pergerakan kurs selanjutnya masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, hingga dinamika pasar keuangan internasional.
Meski rupiah menguat tipis pada perdagangan pagi ini, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati apakah penguatan tersebut mampu bertahan atau hanya menjadi koreksi sementara setelah dolar AS sempat menyentuh level Rp18.000.
Data kurs mengacu pada Google Finance yang diakses Kamis (26/6/2026) siang. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.















