“Bencana terjadi ketika aliran berenergi besar ini bertemu dengan pusat aktivitas manusia, permukiman, serta fasilitas publik di sepanjang jalur alirannya,” kata Timtim.
Diketahui galodo tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan. Di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, sedikitnya 12 kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air dan material batu.
Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup parah adalah kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU). Material batu berukuran besar masuk ke dalam bangunan dan merusak sejumlah fasilitas.
Selain kompleks perkantoran pemerintah, Perumahan Nuansa Griya Arosuka juga menjadi salah satu kawasan yang terdampak parah akibat aliran galodo.
Bencana tersebut juga menyebabkan dua warga terseret arus deras. Seorang korban berusia 21 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026). Sementara satu korban lainnya yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Warga yang terdampak dan mengungsi telah ditempatkan di sejumlah lokasi aman, di antaranya Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan area pabrik Aqua Arosuka.


















