Selama ini, kata Silvia, majikan Siska mengirimkan gaji Siska kepada ibu Siska tiap bulan. Namun, sekitar dua bulan terakhir, kata Silvia, majikan tersebut terlambat 15 hari mengirimkan gaji Siska kepada ibu Siska.
“Ibunya tidak tahu penyebab mengapa majikan Siska terlambat mengirimkan gaji Siska,” kata Silvia, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam YDI Lubuk Sikaping itu.
Perihal penyiksaan Siska oleh majikan, Silvia mengatakan bahwa ibu Siska mendapatkan informasi itu dari TikTok, kemudian dari berita-berita di media massa. Setelah tahu anaknya mendapatkan perlakuan keji, kata Silvia, ibu Siska terus menangis sampai matanya lebam.
“Sebelum ada berita itu, ibunya sudah mengkhawatirkan Siska karena sudah dua bulan Siska tidak meneleponnya. Biasanya, Siska menelepon ibunya sekali seminggu,” ucap Silvia.
Sejak berita tentang penyiksaan Siska itu viral, kata Silvia, rumah ibu Siska selalu ramai didatangi oleh kerabat dan tetanggannya untuk bertanya tentang kondisi Siska. Ia mengatakan bahwa ibu Siska mendapatkan informasi bahwa Siska kini dirawat di rumah sakit dan sudah diamankan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur. Namun, kata Silvia, keluarga belum mendapatkan informasi kapan Siska pulang ke Indonesia.
“Ibunya berharap Siska segera dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi baik,” ujar Silvia.
















