Kabarminang — Kalandra Muhammad Azis, bocah perempuan asal Bukittinggi berusia 4 tahun 7 bulan, tengah berjuang melawan mixed phenotype acute leukemia (MPAL), penyakit leukemia akut yang sangat langka.
Mardiyah Khairani, ibu Kalandra, mengatakan bahwa menurut dokter di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, penyakit tersebut membuat sumsum tulang Kalandra memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Namun, sel-sel tersebut tidak sempurna sehingga memenuhi ruang di dalam tubuh dan merampas tempat sel darah yang sehat.
Selama satu tahun enam bulan, Mardiyah menemani Kalandra untuk menjalani perawatan di Jakarta. Mereka meninggalkan Bukittinggi untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Sementara itu, suaminya, Azis Wahyudi, berada di kampung halaman untuk bekerja dan mencari nafkah.
“Setelah menjalani perawatan, dokter menyatakan bahwa Kalandra harus menjalani transplantasi sumsum tulang belakang sebagai satu-satunya pintu harapan untuk kesembuhan. Tanpa tindakan tersebut, jalan menuju kesembuhan dinilai sangat sulit,” ujar Mardiyah pada Sabtu (22/8/2026).
Mardiyah mengatakan bahwa untuk jenis penyakit yang diderita Kalandra, belum ada rumah sakit di Indonesia yang mampu melakukan tindakan medis tersebut. Karena itu, katanya, Kalandra harus menjalani operasi di rumah sakit luar negeri.
Mardiyah menyebut bahwa Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keluarganya karena biaya yang dibutuhkan sangat besar dan jauh melampaui kemampuan keluarga.
“Kami tidak menyerah. Tapi, tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini,” ucap Mardiyah.
Mardiyah mengatakan bahwa keluarganya kini membutuhkan dukungan untuk membantu biaya pengobatan dan operasi Kalandra di luar negeri. Ia mengharapkan bantuan tersebut dapat memberikan kesempatan bagi Kalandra untuk menjalani kehidupan normal, seperti bermain, bersekolah, dan tumbuh menjadi anak yang sehat.
















