Lokasi kejadian berjarak sekitar 150 meter dari permukiman masyarakat dan berada di Areal Penggunaan Lain (APL).
“Petugas juga menemukan aktivitas beruang madu mencari madu galo-galo pada pohon dengan jarak sekitar 20 meter dari permukiman. Untuk memantau pergerakan satwa tersebut, petugas memasang kamera jebak di sekitar lokasi,” tuturnya.
Berdasarkan hasil verifikasi, petugas menyampaikan kepada kepala jorong dan masyarakat bahwa terdapat tanda-tanda keberadaan beruang madu di sekitar lokasi kejadian.
Kepala jorong dan masyarakat kemudian meminta petugas melakukan penangkapan karena aktivitas beruang madu telah mendekati permukiman dan sebelumnya menyebabkan seorang warga menjadi korban.
Masyarakat di Jorong Petok Timur diketahui rata-rata beraktivitas mengambil getah karet di areal perkebunan. Keberadaan beruang madu tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan warga merasa takut.
Selain memasang kandang jebak, petugas mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di sekitar lokasi kejadian. Warga yang hendak beraktivitas ke kebun juga diminta tidak pergi sendirian.




















