Berdasarkan pendataan sementara, kata Legiandru, lebih kurang 2.000 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, katanya, banjir tidak berlangsung lama karena air relatif cepat surut setelah hujan mereda. Karena itu, katanya, tidak ada warga yang diungsikan atau mengungsi.
Legiandru menginformasikan bahwa banjir tersebut menghanyutkan satu unit pos ronda di Kampung Koto Gunung di Nagari Tuik IV Koto Mudiek.
Legiandru menambahkan bahwa pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari masih mendata kerugian materiel dan dampak banjir terhadap permukiman dan lahan Perkebunan warga.
















